Close Menu
sadamantra.comsadamantra.com
  • Tanaman
    • Budidaya
    • Rempah
    • Kacang-kacangan
    • Tanaman Obat
    • Pohon
    • Pupuk
  • Buah
  • Sayur
  • Tanaman Hias
  • Kesehatan
  • Tips
What's Hot

Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

30/09/2026

Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung

30/09/2026

11 Jenis Kanker yang Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda

30/09/2026
Facebook X (Twitter) Pinterest WhatsApp
sadamantra.comsadamantra.com
  • Tanaman
    1. Budidaya
    2. Rempah
    3. Kacang-kacangan
    4. Tanaman Obat
    5. Pohon
    6. Pupuk
    7. View All

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    Budidaya Tanaman Herbal dan Obat: Panduan Lengkap untuk Pemula

    07/04/2025

    Budidaya Tanaman Langka dan Eksotis: Peluang dan Tantangannya

    06/04/2025

    Inovasi dan Teknologi dalam Budidaya Tanaman

    05/04/2025

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    Ketumbar: Rempah Serbaguna dengan Segudang Manfaat

    26/03/2025

    Gandaria: Rempah dengan Sejuta Manfaat bagi Kesehatan

    25/03/2025

    Saffron: Rempah Berharga dengan Segudang Manfaat

    24/03/2025

    Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Polong yang Luar Biasa

    06/12/2023

    Apa Saja Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan?

    05/12/2023

    Manfaat Kacang Merah dan Kandungan Nutrisinya yang Lengkap

    04/12/2023

    Mengungkap Manfaat Kacang Kemiri: Pengertian dan Kandungannya

    02/12/2023

    Apakah yang Dimaksud Dengan Tanaman Obat?

    13/05/2024

    Ungkap Manfaat Daun Sirih dan Kandungan Nutrisinya

    06/10/2023

    Mengungkap Rahasia Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan

    05/10/2023

    Manfaat Kesehatan Daun Mint dan Olahannya dalam Minuman

    04/10/2023

    Manfaat Ekologis dan Ekonomis dari Pohon

    27/04/2025

    Pohon-Pohon Unik dan Langka di Indonesia

    13/04/2025

    Peran Pohon dalam Menanggulangi Perubahan Iklim

    12/04/2025

    Mengenal Karakteristik Unik dan Segudang Manfaat Pohon Gaharu

    29/12/2023

    Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Cair Organik di Rumah

    24/10/2023

    Keunggulan Pupuk Guano dan Penggunaannya

    22/10/2023

    Fungsi Pupuk Hayati dan Tips Penggunaannya

    20/10/2023

    Manfaat Pupuk Hijau untuk Pertanian yang Harus Diketahui

    19/10/2023

    Ini Penyebab Tomat Retak dan Cara Efektif Mencegahnya

    30/09/2026

    Vertigo Sering Kambuh? Coba 7 Buah Ini Sebelum Minum Obat

    31/05/2026

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    5 Buah yang Terbukti Efektif Menurunkan Gula Darah, Apa Saja?

    05/02/2026
  • Buah

    Ini Penyebab Tomat Retak dan Cara Efektif Mencegahnya

    30/09/2026

    Vertigo Sering Kambuh? Coba 7 Buah Ini Sebelum Minum Obat

    31/05/2026

    5 Buah yang Terbukti Efektif Menurunkan Gula Darah, Apa Saja?

    05/02/2026

    7 Buah Ini Bisa Ringankan Vertigo, Nomor 3 Jarang Dilirik!

    22/12/2025

    Rahasia Umur Panjang? Coba Makan Satu Alpukat Setiap Hari

    30/04/2025
  • Sayur

    Manfaat Luar Biasa Bayam: Bisa Bantu Redakan Penyakit Apa Saja?

    28/04/2025

    Inilah Sayuran Paling Sehat versi CDC

    10/12/2024

    Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Polong yang Luar Biasa

    06/12/2023

    Mengungkap Rahasia Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan

    05/10/2023

    Khasiat dan Manfaat Daun Kelor yang Jarang Diketahui

    21/09/2023
  • Tanaman Hias

    12 Jenis Tanaman Tillandsia Paling Cantik dan Unik

    15/08/2024

    Bunga Lonceng Irlandia atau Moluccella Laevis (Bells of Ireland)

    15/08/2024

    Mengenal Bunga Alokasia si “Elephant Ear”

    20/05/2024

    10 Tanaman Bunga Bromelia yang Cantik

    16/05/2024

    Sirih Merah, Tanaman Hias yang Merambat

    10/05/2024
  • Kesehatan

    6 Makanan Pemicu Kanker yang Perlu Dibatasi Menurut Dokter Harvard

    30/09/2026

    Serangan Jantung di Usia Muda Meningkat, Kenali Penyebabnya

    30/09/2026

    Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    30/09/2026

    Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung

    30/09/2026

    11 Jenis Kanker yang Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda

    30/09/2026
  • Tips

    Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    30/09/2026

    Sering Ngorok Saat Tidur? Pilih Makanan Ini

    30/09/2026

    Waspada! 4 Tanda Krim Pemutih Mengandung Merkuri

    28/06/2026

    Vertigo Sering Kambuh? Coba 7 Buah Ini Sebelum Minum Obat

    31/05/2026

    13 Makanan Tinggi Magnesium Anti Mudah Lelah

    23/05/2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Subscribe
Trending Topics:
  • #Manfaat Buah
  • #Tanaman Herbal
  • #Tanaman Hias Outdoor
  • #Rempah
  • #Manfaat Pohon
sadamantra.comsadamantra.com
  • #Manfaat Buah
  • #Tanaman Herbal
  • #Tanaman Hias Outdoor
  • #Rempah
  • #Manfaat Pohon
Home»Kesehatan»Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung
Studi baru: minuman manis dikaitkan dengan risiko kanker lambung
Kesehatan 549 Views

Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung

30/09/20266 Mins Read
Share
WhatsApp Facebook Twitter Telegram LinkedIn Tumblr Pinterest

Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis telah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari banyak orang. Soda, minuman buah kemasan, limun, hingga minuman olahraga kerap dipilih karena praktis dan memiliki rasa manis yang mudah diterima. Namun, penelitian terbaru memberikan alasan tambahan untuk memperhatikan seberapa sering minuman tersebut dikonsumsi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman yang mengandung gula tambahan dan risiko kanker lambung. Penelitian tersebut menjadi perhatian karena mengamati populasi di Amerika Serikat dalam periode yang panjang dan melibatkan lebih dari 112.000 peserta.

“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan minuman manis berpemanis gula dengan kanker lambung pada populasi di AS,” ujar penulis senior sekaligus gastroenterolog, Dr. Andrew T. Chan dari Massachusetts General Hospital dikutip dari Science Alert, Rabu (19/8/2026).

Temuan ini tidak berarti setiap orang yang mengonsumsi minuman manis akan mengalami kanker lambung. Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga hasilnya menunjukkan adanya hubungan statistik, bukan bukti bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker. Meski demikian, hasil penelitian memberikan dasar untuk meneliti lebih jauh pengaruh pola konsumsi gula terhadap kesehatan saluran pencernaan.

“Kanker lambung adalah penyebab kematian akibat kanker kelima di dunia, tetapi selama ini kita hanya tahu sedikit tentang bagaimana diet berkontribusi terhadap kanker ini,” tambahnya.

Penelitian Melibatkan Data Puluhan Tahun

Para peneliti menggunakan data dari dua studi kohort besar di Amerika Serikat, yaitu Nurses’ Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS). Kedua penelitian tersebut menyediakan informasi kesehatan dan pola hidup peserta yang dapat ditelusuri dalam jangka panjang.

Data yang dianalisis mencakup periode 1986 hingga 2022. Dari lebih dari 112.000 peserta yang diteliti, tercatat 278 kasus kanker lambung selama masa pemantauan.

Salah satu temuan paling mencolok terlihat pada kelompok peserta yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi minuman berpemanis gula setiap hari. Kelompok tersebut tercatat memiliki risiko kanker lambung sekitar 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan peserta yang jarang mengonsumsi minuman sejenis.

Angka tersebut merupakan perbandingan risiko berdasarkan pola konsumsi dalam populasi penelitian. Karena desain penelitian tidak dapat membuktikan sebab-akibat secara langsung, hasilnya tetap perlu dibaca dengan mempertimbangkan faktor kesehatan dan gaya hidup lain yang mungkin berperan.

Perbedaan Risiko pada Perempuan dan Laki-Laki

Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan tingkat asosiasi. Pada perempuan, konsumsi sedikitnya satu porsi minuman manis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko yang lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki.

Perempuan dalam penelitian yang mengonsumsi jumlah tersebut tercatat memiliki risiko sekitar 3,04 kali lipat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi minuman berpemanis. Sementara itu, pada laki-laki, peningkatan risikonya berada di sekitar 1,99 kali lipat.

Perbedaan tersebut belum dapat secara otomatis diartikan bahwa perempuan lebih rentan terhadap kanker lambung akibat minuman manis. Peneliti masih perlu mengevaluasi berbagai kemungkinan faktor biologis, metabolik, hormonal, maupun pola hidup yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut.

Chan juga menyoroti perubahan pola kanker pada kelompok usia yang lebih muda.

“Ini jelas merupakan sebuah kekhawatiran karena kami melihat adanya peningkatan kanker pada saluran pencernaan, khususnya pada orang muda di bawah usia 50 tahun,” tuturnya kepada Fox News Digital, Rabu (19/8/2026).

Soda dan Minuman Tinggi Fruktosa Menjadi Perhatian

Jenis minuman yang masuk dalam evaluasi penelitian mencakup soda biasa, minuman buah seperti punch, limun, serta minuman olahraga. Produk-produk tersebut pada umumnya mengandung gula tambahan dan dalam sejumlah formulasi dapat menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa.

Fruktosa kemudian menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian dalam analisis. Peneliti menemukan adanya hubungan yang konsisten antara tingginya asupan fruktosa dan peningkatan kasus kanker lambung.

Temuan tersebut membuat konsumsi gula dalam bentuk cair perlu diperhatikan. Minuman berpemanis dapat membuat seseorang memperoleh gula dalam jumlah cukup besar tanpa merasa kenyang seperti ketika mengonsumsi makanan padat.

Namun, hal ini bukan berarti semua minuman dengan rasa manis memiliki dampak yang sama. Penelitian juga membandingkan konsumsi minuman berpemanis gula dengan minuman yang menggunakan pemanis buatan.

Menariknya, tidak ditemukan hubungan yang sama antara minuman berpemanis buatan, seperti soda diet, dengan peningkatan risiko kanker lambung dalam analisis tersebut. Temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut sebelum dapat digunakan untuk membuat rekomendasi kesehatan yang lebih luas.

Mengapa Fruktosa Diduga Berperan?

Mekanisme biologis yang menjelaskan hubungan antara minuman manis dan kanker lambung belum sepenuhnya diketahui. Para peneliti masih mengkaji sejumlah jalur biologis yang mungkin terlibat.

Beberapa kemungkinan yang diperhatikan meliputi peningkatan berat badan, resistensi insulin, perubahan hormon steroid, inflamasi kronis, kerusakan DNA, hingga perubahan komposisi bakteri dalam saluran pencernaan atau disbiosis.

Asupan gula yang tinggi juga dapat berhubungan dengan perubahan metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, gangguan metabolik tertentu dapat menciptakan lingkungan biologis yang berpotensi memengaruhi proses peradangan dan kesehatan jaringan.

Meski demikian, hubungan tersebut masih berupa dugaan mekanistik dan belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa fruktosa secara langsung menyebabkan kanker lambung pada manusia.

Bukan Sekadar Masalah Helicobacter pylori

Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah pemeriksaan terhadap Helicobacter pylori atau H. pylori. Bakteri tersebut dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama dalam perkembangan kanker lambung.

Peneliti berusaha melihat apakah hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan kanker lambung dapat dijelaskan melalui keberadaan bakteri tersebut. Namun, hasil analisis tidak menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman manis dan status H. pylori.

Temuan tersebut membuka kemungkinan bahwa mekanisme lain, termasuk pengaruh metabolisme fruktosa, dapat berperan dalam hubungan yang diamati. Kendati demikian, diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahui jalur biologis yang sebenarnya.

Studi Belum Membuktikan Hubungan Sebab-Akibat

Keterbatasan utama penelitian perlu menjadi perhatian ketika membaca hasil mengenai minuman manis dan kanker lambung. Penelitian kohort observasional dapat menemukan pola antara kebiasaan tertentu dan kejadian penyakit, tetapi tidak dapat memastikan bahwa kebiasaan tersebut menjadi penyebab tunggal.

Peserta penelitian juga memiliki karakteristik tertentu. Mayoritas berasal dari kelompok tenaga kesehatan berkulit putih dengan rentang usia sekitar 30 hingga 75 tahun. Kondisi tersebut membuat hasil penelitian belum tentu dapat diterapkan secara langsung pada seluruh kelompok masyarakat di dunia.

Faktor lain yang tidak sepenuhnya dapat dipisahkan juga perlu diperhitungkan, termasuk pola makan keseluruhan, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kondisi metabolik, serta faktor genetik.

“Kami tentu membutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami apakah asosiasi antara minuman berpemanis gula dan kanker lambung ini benar-benar bersifat kausal,” kata Chan.

Penelitian lanjutan dengan populasi yang lebih beragam diperlukan untuk menguji apakah pola serupa juga terlihat pada kelompok masyarakat dengan latar belakang etnis, usia, wilayah geografis, dan pola konsumsi yang berbeda. Penelitian berbasis mekanisme biologis juga penting untuk mengetahui bagaimana paparan gula dan fruktosa dalam jangka panjang mungkin berhubungan dengan perubahan pada jaringan lambung.

Bagi masyarakat, temuan ini setidaknya menjadi pengingat untuk tidak menjadikan minuman berpemanis sebagai bagian yang terlalu dominan dalam pola konsumsi harian. Air putih tetap dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan, sementara konsumsi minuman tinggi gula dapat dibatasi sebagai bagian dari upaya menjaga pola makan secara keseluruhan.

Ikuti saluran WhatsApp kami untuk update lebih cepat
Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest
Previous Article11 Jenis Kanker yang Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda
Next Article Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

BACA JUGA

6 Makanan Pemicu Kanker yang Perlu Dibatasi Menurut Dokter Harvard

11 Jenis Kanker yang Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda

5 Makanan Pemicu Risiko Kanker Mulut

Benarkah Cat Rambut Berbahaya dan Menyebabkan Kanker? Berikut Penjelasannya

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending Now
Tips

Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

By sadamantra30/09/20260

Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung

30/09/2026

11 Jenis Kanker yang Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda

30/09/2026

Ini Penyebab Tomat Retak dan Cara Efektif Mencegahnya

30/09/2026

Serangan Jantung di Usia Muda Meningkat, Kenali Penyebabnya

30/09/2026
Artikel Terbaru

Ini Penyebab Tomat Retak dan Cara Efektif Mencegahnya

30/09/2026529 Views

6 Makanan Pemicu Kanker yang Perlu Dibatasi Menurut Dokter Harvard

30/09/2026515 Views

Serangan Jantung di Usia Muda Meningkat, Kenali Penyebabnya

30/09/2026505 Views

Takaran Minum Air Putih Ideal untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

30/09/2026556 Views

Studi Baru: Minuman Manis Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung

30/09/2026549 Views

6 Makanan Pemicu Kanker yang Perlu Dibatasi Menurut Dokter Harvard

By sadamantra30/09/20260
Menggugat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih
About Us
About Us

sadamantra.com is builded for many people that need articles about plants and health.

And we hope you are be helped.

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Tanaman Hias

Tanaman Hias Leea yang Cocok untuk Indoor

15/01/2024

Tanpa Sinar Matahari, 22 Tanaman ini Ternyata Masih Bisa Hidup lho

21/12/2022

Ferocactus, Kaktus Cantik yang Berduri Kuat

22/01/2024
Tips & Trik

7 Buah Ini Bisa Ringankan Vertigo, Nomor 3 Jarang Dilirik!

22/12/20255 Mins Read

9 Alat Make up Dasar yang Wajib Dimiliki Pemula

06/01/20247 Mins Read

Cara Cegah Kanker Getah Bening Secara Alami

21/05/20266 Mins Read
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact
© 2026 SADAMANTRA.COM

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled!
Ad Blocker Enabled!
Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.