Sadamantra – Menanam tanaman bunga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempercantik teras atau halaman rumah.
Ada cukup banyak jenis bunga yang mudah dirawat seperti bunga bougenville, lavender, tapak dara, peace lily, dan lain sebagainya.
Ketika memilih tanaman hias berupa bunga, Anda pasti ingin tanaman tersebut cepat berbunga bukan?
Tanaman-tanaman tersebut memang bisa berbunga sendiri namun ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatannya. Perawatan yang tepat tentu saja sangat berpengaruh pada kecepatan tanaman untuk berbunga.
Berikut ini adalah informasi mengenai cara merawat tanaman agar cepat berbunga.
Menyediakan Media Tanam yang Berkualitas
Media tanam yang berkualitas tentu saja berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang Anda tanam.
Anda perlu tahu bahwa setiap tanaman bunga memiliki kebutuhan media tanam yang berbeda-beda. Jadi Anda perlu mempelajari mengenai karakteristik masing-masing tanaman bunga.
Namun pada umumnya, tanaman bunga membutuhkan media tanam yang memiliki kandungan unsur hara, beraerasi dengan baik, tidak terlalu padat, tidak menjadi sarang hama dan penyakit, bersifat porous, serta mampu menahan pertumbuhan akar.
Jika media tanam sudah memenuhi kriteria umum tersebut, maka sudah dikatakan sebagai media tanam yang berkualitas.
Melakukan Penyiraman Sesuai Kebutuhan Tanaman
Penyiraman layaknya makanan bagi sebuah tanaman, jadi wajib dilakukan dengan tepat. Meskipun begitu, setiap tanaman bunga juga membutuhkan penyiraman dengan kadar dan frekuensi yang berbeda-beda.
Sebagai contoh kebutuhan air dari tanaman bunga yang ditanam dalam pot berbeda dengan tanaman yang ditanam di tanah.
Tanaman dalam pot butuh penyiraman lebih sering dengan kadar air lebih sedikit. Sedangkan tanaman yang ditanam di tanah sebaliknya. Acuan penyiraman yang teratur yaitu tergantung dari kondisi tanah.
Kondisi tanah yang tetap lembap dan tidak terlalu basah jangan sering-sering disiram.
Cara mengetahui waktu penyiraman tanaman bunga yang tepat yaitu melihat kelembapan media tanam. Masukkan jari Anda ke media tanam, kemudian rasakan teksturnya.
Apabila tanah terasa kering dan kekurangan air, langsung lakukan penyiraman. Namun jika tanah masih terasa lembap, jangan disiram terlebih dahulu.
Terlalu banyak air bisa membuat tanaman bunga mati. Oleh sebab itu, penyiraman harus dipertimbangkan dengan baik agar tanaman bunga tidak kelebihan ataupun kekurangan air.
Menggunakan Pupuk yang Seimbang
Tanaman bunga tetap membutuhkan pupuk agar cepat berbunga dan tidak mudah rontok. Pemilihan pupuk juga harus diperhatikan dengan baik, sebaiknya mengandung unsur mikro dan makro yang seimbang.
Ketika tanaman bunga masih muda, Anda bisa memberikan pupuk yang memiliki kandungan fosfat (P), nitrogen (N), dan juga kalium (K).
Setelah dewasa pemberian pupuk berbeda dengan ketika tanaman bunga masih muda. Anda tidak perlu memberikan nitrogen pada tanaman bunga yang sudah dewasa. Cukup pupuk yang memiliki kandungan fosfat dan juga kalium.
Kedua kandungan tersebut memiliki peran untuk merangsang pembentukan bunga, jadi tanaman Anda akan lebih cepat berbunga.
Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman
Tanaman bunga yang indah seringkali gagal berbunga karena hama dan penyakit. Cukup banyak hama dan penyakit tanaman yang bisa mengganggu tanaman Anda.
Contohnya seperti kutu daun, ulat daun, wereng, kutu tanaman, kutu putih, dan lain sebagainya.
Tidak hanya menghalangi tanaman untuk cepat berbunga, hama dan penyakit tersebut bisa membuat tanaman menjadi tidak indah lagi.
Bahkan tidak sedikit juga tanaman bunga yang akhirnya mati akibat hama dan penyakit tanaman yang tidak bisa diatasi.
Jika menginginkan tanaman bunga agar cepat berbunga, maka Anda harus melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan benar.
Kebanyakan orang menggunakan pengendalian secara kimiawi untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman.
Langkah awal yaitu memperhatikan gejala serangan hama atau penyakit. Setelah itu, Anda bisa menentukan jenis pestisida yang cocok serta berapa jumlah pestisida yang dibutuhkan.
Selain menggunakan pestisida, hama dan penyakit tanaman juga bisa diminimalisir dengan menggunakan media tanam non tanah. Pasalnya tanah merupakan sumber terbesar dari hama dan penyakit tanaman.
Melakukan Pemangkasan Secara Rutin
Ini adalah tips agar tanaman Anda cepat berbunga yaitu melakukan pemangkasan secara rutin. Pemangkasan pada dasarnya dilakukan untuk dua tujuan yaitu pembungaan dan juga pembentukan tajuk.
Jika dilakukan pemangkasan secara teratur, tajuk bisa lebih kopak dan dibentuk sesuai selera.
Sebenarnya pemangkasan bisa dilakukan tanpa ada aturan. Namun rekomendasinya yaitu untuk melakukan pemangkasan pada cabang yang berhimpitan, bertumpuk, dan bersilang.
Jika cabang-cabang tersebut dibiarkan, maka akan tumbuh bentuk tanaman baru yang membuat tanaman menjadi kurang indah.
Pemangkasan untuk pembungaan dilakukan pada akar tanaman, apabila Anda menanamnya dalam wadah atau pot.
Akar yang tua dan warnanya hitam kecoklatan harus dipangkas agar berganti dengan akar-akar muda.
Itulah cara merawat tanaman agar cepat berbunga yang bisa Anda lakukan. Sebenarnya tidak sulit asalkan Anda melakukannya dengan cermat dan teliti.
Semoga pembahasan mengenai cara merawat tanaman bunga di atas bisa bermanfaat untuk Anda yang ingin menanam bunga sendiri.