Close Menu
sadamantra.comsadamantra.com
  • Tanaman
    • Budidaya
    • Rempah
    • Kacang-kacangan
    • Tanaman Obat
    • Pohon
    • Pupuk
  • Buah
  • Sayur
  • Tanaman Hias
  • Kesehatan
  • Tips
What's Hot

Bahaya Daging Olahan di Balik Konten Viral Sosis

07/05/2026

Daging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?

09/05/2026

Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah

10/05/2026
Facebook X (Twitter) Pinterest WhatsApp
sadamantra.comsadamantra.com
  • Tanaman
    1. Budidaya
    2. Rempah
    3. Kacang-kacangan
    4. Tanaman Obat
    5. Pohon
    6. Pupuk
    7. View All

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    Budidaya Tanaman Herbal dan Obat: Panduan Lengkap untuk Pemula

    07/04/2025

    Budidaya Tanaman Langka dan Eksotis: Peluang dan Tantangannya

    06/04/2025

    Inovasi dan Teknologi dalam Budidaya Tanaman

    05/04/2025

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    Ketumbar: Rempah Serbaguna dengan Segudang Manfaat

    26/03/2025

    Gandaria: Rempah dengan Sejuta Manfaat bagi Kesehatan

    25/03/2025

    Saffron: Rempah Berharga dengan Segudang Manfaat

    24/03/2025

    Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Polong yang Luar Biasa

    06/12/2023

    Apa Saja Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan?

    05/12/2023

    Manfaat Kacang Merah dan Kandungan Nutrisinya yang Lengkap

    04/12/2023

    Mengungkap Manfaat Kacang Kemiri: Pengertian dan Kandungannya

    02/12/2023

    Apakah yang Dimaksud Dengan Tanaman Obat?

    13/05/2024

    Ungkap Manfaat Daun Sirih dan Kandungan Nutrisinya

    06/10/2023

    Mengungkap Rahasia Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan

    05/10/2023

    Manfaat Kesehatan Daun Mint dan Olahannya dalam Minuman

    04/10/2023

    Manfaat Ekologis dan Ekonomis dari Pohon

    27/04/2025

    Pohon-Pohon Unik dan Langka di Indonesia

    13/04/2025

    Peran Pohon dalam Menanggulangi Perubahan Iklim

    12/04/2025

    Mengenal Karakteristik Unik dan Segudang Manfaat Pohon Gaharu

    29/12/2023

    Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Cair Organik di Rumah

    24/10/2023

    Keunggulan Pupuk Guano dan Penggunaannya

    22/10/2023

    Fungsi Pupuk Hayati dan Tips Penggunaannya

    20/10/2023

    Manfaat Pupuk Hijau untuk Pertanian yang Harus Diketahui

    19/10/2023

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    5 Buah yang Terbukti Efektif Menurunkan Gula Darah, Apa Saja?

    05/02/2026

    7 Buah Ini Bisa Ringankan Vertigo, Nomor 3 Jarang Dilirik!

    22/12/2025

    Rahasia Umur Panjang? Coba Makan Satu Alpukat Setiap Hari

    30/04/2025
  • Buah

    5 Buah yang Terbukti Efektif Menurunkan Gula Darah, Apa Saja?

    05/02/2026

    7 Buah Ini Bisa Ringankan Vertigo, Nomor 3 Jarang Dilirik!

    22/12/2025

    Rahasia Umur Panjang? Coba Makan Satu Alpukat Setiap Hari

    30/04/2025

    9 Buah Ini Bisa Bikin Perut Lebih Lega dan Usus Lebih Bersih, Sudah Coba?

    16/04/2025

    Gandaria: Rempah dengan Sejuta Manfaat bagi Kesehatan

    25/03/2025
  • Sayur

    Manfaat Luar Biasa Bayam: Bisa Bantu Redakan Penyakit Apa Saja?

    28/04/2025

    Inilah Sayuran Paling Sehat versi CDC

    10/12/2024

    Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Polong yang Luar Biasa

    06/12/2023

    Mengungkap Rahasia Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan

    05/10/2023

    Khasiat dan Manfaat Daun Kelor yang Jarang Diketahui

    21/09/2023
  • Tanaman Hias

    12 Jenis Tanaman Tillandsia Paling Cantik dan Unik

    15/08/2024

    Bunga Lonceng Irlandia atau Moluccella Laevis (Bells of Ireland)

    15/08/2024

    Mengenal Bunga Alokasia si “Elephant Ear”

    20/05/2024

    10 Tanaman Bunga Bromelia yang Cantik

    16/05/2024

    Sirih Merah, Tanaman Hias yang Merambat

    10/05/2024
  • Kesehatan

    Nasi Panas vs Nasi Dingin: Mana Lebih Sehat dan Aman?

    11/05/2026

    Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah

    10/05/2026

    Daging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?

    09/05/2026

    Bahaya Daging Olahan di Balik Konten Viral Sosis

    07/05/2026

    12 Sinyal Tubuh Kebanyakan Lemak: Kamu Merasakannya?

    01/05/2026
  • Tips

    Nasi Panas vs Nasi Dingin: Mana Lebih Sehat dan Aman?

    11/05/2026

    12 Sinyal Tubuh Kebanyakan Lemak: Kamu Merasakannya?

    01/05/2026

    Masker Kunyit Bikin Cerah Tapi Nggak Bikin Kuning: Begini Cara Aman Pakainya

    29/04/2026

    Budidaya Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi: Peluang Usaha yang Menjanjikan

    27/04/2026

    Sering Haus dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Ini 7 Tanda Awal Diabetes yang Tak Kamu Sadari

    19/04/2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Subscribe
Trending Topics:
  • #Manfaat Buah
  • #Tanaman Herbal
  • #Tanaman Hias Outdoor
  • #Rempah
  • #Manfaat Pohon
sadamantra.comsadamantra.com
  • #Manfaat Buah
  • #Tanaman Herbal
  • #Tanaman Hias Outdoor
  • #Rempah
  • #Manfaat Pohon
Home»Kesehatan»Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah
Penggunaan skincare berlebihan bisa sebabkan ruam wajah
Kesehatan 530 Views

Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah

10/05/2026Updated:10/05/20267 Mins Read
Share
WhatsApp Facebook Twitter Telegram LinkedIn Tumblr Pinterest

Sadamantra — Perawatan kulit atau skincare kini telah menjadi bagian penting dalam rutinitas harian banyak orang.

Tidak hanya perempuan, laki-laki pun mulai aktif menggunakan berbagai produk perawatan wajah demi mendapatkan kulit sehat, cerah, dan bebas masalah.

Namun di balik tren skincare yang semakin populer, para ahli kulit justru memperingatkan adanya dampak tersembunyi akibat penggunaan produk yang terlalu berlebihan.

Alih-alih membuat wajah semakin sehat, penggunaan terlalu banyak produk skincare justru dapat memicu gangguan kulit yang dikenal sebagai perioral dermatitis.

Kondisi ini belakangan semakin sering ditemukan oleh dokter kulit, terutama sejak tren penggunaan skincare berlapis dan bahan aktif berkonsentrasi tinggi menjadi populer di media sosial.

Perioral dermatitis merupakan peradangan kulit yang biasanya muncul di area sekitar mulut, hidung, dan mata. Banyak orang tidak menyadari kondisi ini karena gejalanya sekilas menyerupai jerawat biasa.

Padahal, penanganan yang salah justru bisa membuat iritasi semakin parah.

Mengutip laporan The Guardian pada 8 Mei 2026, dokter kulit menyebut meningkatnya kasus perioral dermatitis berkaitan erat dengan kebiasaan memakai terlalu banyak produk skincare dalam satu waktu.

Perioral Dermatitis Kian Sering Dialami

Dokter spesialis dermatologi Anjali Mahto mengungkapkan bahwa perioral dermatitis kini menjadi salah satu masalah kulit yang paling banyak ditangani dalam praktiknya.

“Kasusnya dengan cepat menjadi salah satu kondisi peradangan kulit paling umum yang saya tangani,” ujar Mahto.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam kecil berwarna merah di sekitar mulut. Dalam beberapa kasus, ruam juga dapat muncul di sekitar hidung dan mata. Kulit sering terasa kering, perih, sensitif, bahkan seperti terbakar.

Karena bentuknya menyerupai jerawat kecil, banyak orang mengira masalah tersebut hanyalah breakout biasa. Padahal, perioral dermatitis memiliki karakteristik berbeda.

Tidak seperti jerawat pada umumnya, ruam akibat perioral dermatitis biasanya tidak disertai komedo. Selain itu, kulit cenderung terasa lebih sensitif dan mudah iritasi ketika terkena produk tertentu.

Dokter estetika Christine Hall menjelaskan bahwa area sekitar mulut memang lebih rentan mengalami gangguan kulit karena lapisannya lebih tipis dibanding bagian wajah lain.

Menurut Hall, area tersebut juga lebih sering terkena gesekan, paparan bahan aktif skincare, serta sisa produk yang menumpuk di permukaan kulit.

Tren Skincare Berlapis Jadi Sorotan

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan skincare dengan banyak tahapan semakin populer. Tidak sedikit orang menggunakan cleanser, exfoliating toner, serum vitamin C, retinol, essence, masker wajah, hingga sleeping mask dalam satu rutinitas harian.

Belum lagi tambahan produk eksfoliasi mingguan atau treatment tertentu yang mengandung bahan aktif kuat.

Banyak pengguna skincare percaya semakin banyak produk yang dipakai, hasil yang diperoleh akan semakin cepat terlihat. Padahal, dokter kulit justru menilai kebiasaan tersebut berisiko merusak lapisan pelindung alami kulit.

Mahto menjelaskan penggunaan bahan aktif dengan konsentrasi tinggi secara terus-menerus dapat membuat skin barrier melemah secara perlahan.

Kerusakan lapisan pelindung kulit sering kali tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Dampaknya baru muncul setelah berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan penggunaan.

Ketika skin barrier mulai rusak, kulit menjadi lebih sensitif terhadap iritasi, kemerahan, hingga peradangan.

Dalam kondisi tersebut, kulit tidak lagi mampu mempertahankan kelembapan secara optimal dan lebih mudah bereaksi terhadap bahan tertentu.

Skin Barrier Memiliki Peran Penting

Skin barrier atau lapisan pelindung kulit berfungsi menjaga kelembapan alami serta melindungi kulit dari polusi, bakteri, dan zat iritan dari luar.

Jika lapisan ini rusak, berbagai masalah kulit dapat muncul, termasuk kemerahan, kulit mengelupas, rasa perih, hingga perioral dermatitis.

Sayangnya, banyak orang justru tidak sadar bahwa rutinitas skincare yang terlalu agresif menjadi salah satu penyebab utama kerusakan skin barrier.

Pemakaian retinol setiap hari, eksfoliasi berlebihan, penggunaan toner asam terlalu sering, hingga kombinasi banyak bahan aktif sekaligus dapat membuat kulit mengalami stres.

Kulit yang awalnya sehat perlahan kehilangan kemampuan perlindungannya. Akibatnya, iritasi menjadi lebih mudah muncul.

Produk “Natural” Tidak Selalu Aman

Menariknya, produk skincare alami atau natural ternyata juga dapat memicu perioral dermatitis pada sebagian orang.

Penulis sekaligus pendiri brand skincare Dieux Skin, Charlotte Palermino, mengaku pernah mengalami kondisi tersebut akibat penggunaan produk berbahan alami dengan pewangi natural.

Banyak konsumen menganggap label “natural” atau “clean beauty” pasti lebih aman untuk kulit. Padahal, beberapa bahan alami tetap memiliki potensi memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Dokter kulit Emma Craythorne mengatakan beberapa kandungan dalam produk clean beauty diduga dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.

Minyak esensial, pewangi alami, serta ekstrak tumbuhan tertentu bisa memicu reaksi iritasi apabila digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi.

Karena itu, produk berbahan alami sekalipun tetap perlu digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan kulit.

Pasta Gigi Juga Bisa Jadi Penyebab

Tidak hanya skincare, beberapa produk harian lain ternyata dapat memperparah perioral dermatitis.

Salah satu yang cukup sering menjadi pemicu adalah pasta gigi.

Dokter kulit menemukan bahwa kandungan sodium lauryl sulfate (SLS), mint, dan kayu manis dalam pasta gigi dapat menyebabkan iritasi pada area sekitar mulut.

Bahan tersebut bisa memperburuk kondisi kulit yang sedang sensitif atau mengalami peradangan.

Dokter gigi Alex Seijas menyarankan penggunaan pasta gigi yang lebih lembut dan bebas SLS untuk membantu mengurangi risiko iritasi kulit di sekitar mulut.

Penggantian produk sederhana seperti pasta gigi terkadang dapat membantu mempercepat pemulihan kulit.

Cara Mengatasi Perioral Dermatitis

Saat mengalami perioral dermatitis, banyak orang justru menambah lebih banyak produk skincare untuk mengatasi ruam yang muncul. Padahal, langkah tersebut sering memperparah kondisi kulit.

Para ahli menilai pendekatan terbaik justru dengan menyederhanakan rutinitas skincare. Emma Craythorne menyarankan pengguna menghentikan sementara pemakaian kosmetik dan produk wajah yang tidak diperlukan.

Kulit sebaiknya diberi waktu untuk pulih dengan menggunakan produk yang lebih minimalis. Pembersih wajah ringan dan pelembap sederhana menjadi pilihan utama selama masa pemulihan.

Selain itu, pengguna juga dianjurkan menghindari produk dengan kandungan alkohol, pewangi, atau bahan eksfoliasi kuat.

Setelah kondisi kulit mulai membaik, bahan tertentu seperti asam azelat dapat digunakan perlahan untuk membantu mengurangi kemerahan dan peradangan. Namun penggunaan bahan aktif tetap harus dilakukan secara hati-hati agar kulit tidak kembali iritasi.

Kandungan Skincare yang Lebih Aman untuk Kulit Sensitif

Dokter estetika Christine Hall menyebut beberapa kandungan skincare dapat membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak.

Bahan-bahan tersebut antara lain:

  • Ceramide
  • Panthenol
  • Glycerin
  • Hyaluronic acid

Kandungan tersebut bekerja membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus memperkuat skin barrier. Produk dengan formula sederhana tanpa terlalu banyak bahan aktif biasanya lebih aman digunakan selama proses pemulihan kulit sensitif.

Selain itu, penting untuk memperhatikan reaksi kulit setelah menggunakan produk tertentu. Jika muncul rasa perih, panas, atau kemerahan, pemakaian sebaiknya segera dihentikan.

Hindari Perawatan Wajah yang Terlalu Agresif

Saat kulit sedang mengalami peradangan, beberapa treatment kecantikan sebaiknya dihindari terlebih dahulu.

Dokter estetika Paris Acharya mengingatkan bahwa prosedur seperti peeling, microneedling, atau facial panas dapat memperparah kondisi kulit yang sedang sensitif.

Treatment agresif berisiko membuat iritasi semakin luas dan memperpanjang proses pemulihan.

Kulit membutuhkan waktu untuk memperbaiki lapisan pelindungnya secara alami. Karena itu, pendekatan yang lebih lembut dinilai jauh lebih efektif dibanding perawatan intensif.

Tren Skincare Minimalis Mulai Dilirik

Meningkatnya kasus perioral dermatitis membuat banyak ahli mulai mendorong konsep skincare minimalis atau skinimalism.

Konsep ini menekankan penggunaan produk secukupnya sesuai kebutuhan kulit, bukan berdasarkan tren semata.

Alih-alih memakai banyak lapisan skincare, pengguna dianjurkan fokus pada fungsi dasar seperti membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit dari sinar matahari.

Pendekatan sederhana dianggap lebih aman untuk menjaga keseimbangan alami kulit dalam jangka panjang. Hall mengatakan kulit sehat sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak produk.

“Saat kulit menerima terlalu banyak produk atau bahan aktif kuat, peradangan bisa muncul,” kata Hall.

Kini semakin banyak orang mulai menyadari bahwa kulit sehat tidak selalu identik dengan rutinitas skincare yang rumit. Mengurangi penggunaan produk berlebihan justru dapat membantu kulit kembali stabil dan terhindar dari berbagai masalah iritasi.

Ikuti saluran WhatsApp kami untuk update lebih cepat
Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest
Previous ArticleDaging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?
Next Article Nasi Panas vs Nasi Dingin: Mana Lebih Sehat dan Aman?

BACA JUGA

Nasi Panas vs Nasi Dingin: Mana Lebih Sehat dan Aman?

Daging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?

Bahaya Daging Olahan di Balik Konten Viral Sosis

Masker Kunyit Bikin Cerah Tapi Nggak Bikin Kuning: Begini Cara Aman Pakainya

7 Jenis Makanan Pemicu Kecemasan yang Perlu Dibatasi

Waspadai Lewat Urine: 8 Sinyal Tubuh Sedang Menyimpan Batu Ginjal

Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending Now
Kesehatan

Bahaya Daging Olahan di Balik Konten Viral Sosis

By sadamantra07/05/20260

Daging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?

09/05/2026

Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah

10/05/2026

12 Sinyal Tubuh Kebanyakan Lemak: Kamu Merasakannya?

01/05/2026

5 Buah yang Terbukti Efektif Menurunkan Gula Darah, Apa Saja?

05/02/2026
Artikel Terbaru

Nasi Panas vs Nasi Dingin: Mana Lebih Sehat dan Aman?

11/05/2026532 Views

Skincare Berlebihan Bisa Sebabkan Ruam Wajah

10/05/2026530 Views

Daging Merah vs Putih: Mana Lebih Sehat?

09/05/2026529 Views

Bahaya Daging Olahan di Balik Konten Viral Sosis

07/05/2026529 Views

12 Sinyal Tubuh Kebanyakan Lemak: Kamu Merasakannya?

01/05/2026547 Views

Lari Setiap Hari: Tren Olahraga yang Memicu Pro dan Kontra

By sadamantra10/12/20240
Menggugat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih
About Us
About Us

sadamantra.com is builded for many people that need articles about plants and health.

And we hope you are be helped.

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Tanaman Hias

10 Bunga Paling Wangi di Indonesia dan Dunia, Harumnya Semerbak!

07/12/2022

Cara Mengatasi Jamur Pada Anggrek

27/01/2024

Cara Budidaya Tanaman Hias Calathea

03/02/2024
Tips & Trik

Alat Ukur Kadar Air Jagung, Kakao dan Kopi

05/02/20243 Mins Read

Cara Mencegah Mabuk Perjalanan: Penyebab, Cara Ampuh, dan Tips Aman untuk Semua Jenis Transportasi

08/12/20255 Mins Read

Cara Meredakan Asam Urat dengan Daun Salam

09/09/20224 Mins Read
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact
© 2026 SADAMANTRA.COM

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled!
Ad Blocker Enabled!
Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.